Minggu, 17 Februari 2013

TERSENYUM, TERTAWA, DAN HUMOR (BI SS 2013)

Senyum
Saya setuju jika kita mencoba tersenyum kepada siapa pun yang kita temui, dengan niat menunjukkan perhatian dan menyampaikan salam pada mereka maka manfaatnya sangat terasa dan menular secara positif, untuk orang lain dan untuk perasaan kita sendiri pasti sangat menyenangkan. Ini yang dikatakan oleh banyak ahli, bahwa senyum bisa mengubah suasana hati yang tadinya mungkin sedih atau lelah bisa menjadi lebih baik. Dibandingkan dengan cemberut atau mengerutkan kening, dengan tersenyum seseorang akan tampak lebih menarik. Jika komunikasi ingin dilanjutkan dengan pembicaraan, berbicara sambil senyum penuh keikhlasan akan memelihara hubungan yang baik dan menyenangkan kedua belah pihak. 
 
Tertawa dan humor
Pandangan bahwa tertawa dan humor itu perlu bahkan penting untuk hidup kita. Karena humor memancing seseorang untuk tersenyum dan tertawa. Akibatnya, stress terasa lebih ringan dan masalah menjadi kurang serius. Humor sebagai strategi mengatasi masalah mulai mendapat perhatian para penelitian kesehatan setelah Norman Cousins menulis buku terkenalnya yang berjudul Anatomy of an illness pada tahun 1976. Ia menjelaskan bahwa strateginya untuk mengonsumsi vitamin dengan dosis yang tinggi dan klip video seperti Candid Camera untuk memfasilitasi penyakit arthritisnya yang langka dan menyakitkan. Sejak saat itu, penggunaan tertawa dan humor sebagai strategi untuk memerangi sebuah penyakit menjadi cerita rakyat yang sangat populer.

Bukti untuk kesehatan
Pada saat kita tertawa, sebagian dari ketegangan yang kita rasakan memang dapat berkurang. Hanya saja, Martin (2002) menyimpulkan bahwa meskipun ada ide yang populer tentang manfaat humor dan tertawa terhadap kesehatan, terbukti secara empiris hingga saat ini umumnya masih lemah dan tidak menyakinkan. Sebagian besar penelitian melibatkan studi laboratorium di mana peserta di paparkan pada kondisi komedi. Studi-studi ini biasanya memilki masalah metologis, seperti kontrol yang kurang ketat dan ukuran sampel yang kecil. Ketika itu, dilakukan tidak ada upaya untuk membedakan apakah tertawa tersebut memang tertawa yang nyata ataupun hanya pura-pura. Berlawanan dengan keyakinan umum bahwa tertawa dapat menurunkan tekanan darah, Martin justru menyimpulkan bahwa penelitian eksperimental menunjukan bahwa tertawa sebenarnya terkait dengan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung jangka pendek. Artinya kita tetap masih perlu berhati-hati dan tidak dapat 100% mengandalkan tertawa baik untuk kesehatan semata.

Sumber : www.kompas.com
Share on :
Show comments
Hide comments

0 comments:

Posting Komentar

Senyum
Saya setuju jika kita mencoba tersenyum kepada siapa pun yang kita temui, dengan niat menunjukkan perhatian dan menyampaikan salam pada mereka maka manfaatnya sangat terasa dan menular secara positif, untuk orang lain dan untuk perasaan kita sendiri pasti sangat menyenangkan. Ini yang dikatakan oleh banyak ahli, bahwa senyum bisa mengubah suasana hati yang tadinya mungkin sedih atau lelah bisa menjadi lebih baik. Dibandingkan dengan cemberut atau mengerutkan kening, dengan tersenyum seseorang akan tampak lebih menarik. Jika komunikasi ingin dilanjutkan dengan pembicaraan, berbicara sambil senyum penuh keikhlasan akan memelihara hubungan yang baik dan menyenangkan kedua belah pihak. 
 
Tertawa dan humor
Pandangan bahwa tertawa dan humor itu perlu bahkan penting untuk hidup kita. Karena humor memancing seseorang untuk tersenyum dan tertawa. Akibatnya, stress terasa lebih ringan dan masalah menjadi kurang serius. Humor sebagai strategi mengatasi masalah mulai mendapat perhatian para penelitian kesehatan setelah Norman Cousins menulis buku terkenalnya yang berjudul Anatomy of an illness pada tahun 1976. Ia menjelaskan bahwa strateginya untuk mengonsumsi vitamin dengan dosis yang tinggi dan klip video seperti Candid Camera untuk memfasilitasi penyakit arthritisnya yang langka dan menyakitkan. Sejak saat itu, penggunaan tertawa dan humor sebagai strategi untuk memerangi sebuah penyakit menjadi cerita rakyat yang sangat populer.

Bukti untuk kesehatan
Pada saat kita tertawa, sebagian dari ketegangan yang kita rasakan memang dapat berkurang. Hanya saja, Martin (2002) menyimpulkan bahwa meskipun ada ide yang populer tentang manfaat humor dan tertawa terhadap kesehatan, terbukti secara empiris hingga saat ini umumnya masih lemah dan tidak menyakinkan. Sebagian besar penelitian melibatkan studi laboratorium di mana peserta di paparkan pada kondisi komedi. Studi-studi ini biasanya memilki masalah metologis, seperti kontrol yang kurang ketat dan ukuran sampel yang kecil. Ketika itu, dilakukan tidak ada upaya untuk membedakan apakah tertawa tersebut memang tertawa yang nyata ataupun hanya pura-pura. Berlawanan dengan keyakinan umum bahwa tertawa dapat menurunkan tekanan darah, Martin justru menyimpulkan bahwa penelitian eksperimental menunjukan bahwa tertawa sebenarnya terkait dengan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung jangka pendek. Artinya kita tetap masih perlu berhati-hati dan tidak dapat 100% mengandalkan tertawa baik untuk kesehatan semata.

Sumber : www.kompas.com

Senyum
Saya setuju jika kita mencoba tersenyum kepada siapa pun yang kita temui, dengan niat menunjukkan perhatian dan menyampaikan salam pada mereka maka manfaatnya sangat terasa dan menular secara positif, untuk orang lain dan untuk perasaan kita sendiri pasti sangat menyenangkan. Ini yang dikatakan oleh banyak ahli, bahwa senyum bisa mengubah suasana hati yang tadinya mungkin sedih atau lelah bisa menjadi lebih baik. Dibandingkan dengan cemberut atau mengerutkan kening, dengan tersenyum seseorang akan tampak lebih menarik. Jika komunikasi ingin dilanjutkan dengan pembicaraan, berbicara sambil senyum penuh keikhlasan akan memelihara hubungan yang baik dan menyenangkan kedua belah pihak. 
 
Tertawa dan humor
Pandangan bahwa tertawa dan humor itu perlu bahkan penting untuk hidup kita. Karena humor memancing seseorang untuk tersenyum dan tertawa. Akibatnya, stress terasa lebih ringan dan masalah menjadi kurang serius. Humor sebagai strategi mengatasi masalah mulai mendapat perhatian para penelitian kesehatan setelah Norman Cousins menulis buku terkenalnya yang berjudul Anatomy of an illness pada tahun 1976. Ia menjelaskan bahwa strateginya untuk mengonsumsi vitamin dengan dosis yang tinggi dan klip video seperti Candid Camera untuk memfasilitasi penyakit arthritisnya yang langka dan menyakitkan. Sejak saat itu, penggunaan tertawa dan humor sebagai strategi untuk memerangi sebuah penyakit menjadi cerita rakyat yang sangat populer.

Bukti untuk kesehatan
Pada saat kita tertawa, sebagian dari ketegangan yang kita rasakan memang dapat berkurang. Hanya saja, Martin (2002) menyimpulkan bahwa meskipun ada ide yang populer tentang manfaat humor dan tertawa terhadap kesehatan, terbukti secara empiris hingga saat ini umumnya masih lemah dan tidak menyakinkan. Sebagian besar penelitian melibatkan studi laboratorium di mana peserta di paparkan pada kondisi komedi. Studi-studi ini biasanya memilki masalah metologis, seperti kontrol yang kurang ketat dan ukuran sampel yang kecil. Ketika itu, dilakukan tidak ada upaya untuk membedakan apakah tertawa tersebut memang tertawa yang nyata ataupun hanya pura-pura. Berlawanan dengan keyakinan umum bahwa tertawa dapat menurunkan tekanan darah, Martin justru menyimpulkan bahwa penelitian eksperimental menunjukan bahwa tertawa sebenarnya terkait dengan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung jangka pendek. Artinya kita tetap masih perlu berhati-hati dan tidak dapat 100% mengandalkan tertawa baik untuk kesehatan semata.

Sumber : www.kompas.com

Senyum
Saya setuju jika kita mencoba tersenyum kepada siapa pun yang kita temui, dengan niat menunjukkan perhatian dan menyampaikan salam pada mereka maka manfaatnya sangat terasa dan menular secara positif, untuk orang lain dan untuk perasaan kita sendiri pasti sangat menyenangkan. Ini yang dikatakan oleh banyak ahli, bahwa senyum bisa mengubah suasana hati yang tadinya mungkin sedih atau lelah bisa menjadi lebih baik. Dibandingkan dengan cemberut atau mengerutkan kening, dengan tersenyum seseorang akan tampak lebih menarik. Jika komunikasi ingin dilanjutkan dengan pembicaraan, berbicara sambil senyum penuh keikhlasan akan memelihara hubungan yang baik dan menyenangkan kedua belah pihak. 
 
Tertawa dan humor
Pandangan bahwa tertawa dan humor itu perlu bahkan penting untuk hidup kita. Karena humor memancing seseorang untuk tersenyum dan tertawa. Akibatnya, stress terasa lebih ringan dan masalah menjadi kurang serius. Humor sebagai strategi mengatasi masalah mulai mendapat perhatian para penelitian kesehatan setelah Norman Cousins menulis buku terkenalnya yang berjudul Anatomy of an illness pada tahun 1976. Ia menjelaskan bahwa strateginya untuk mengonsumsi vitamin dengan dosis yang tinggi dan klip video seperti Candid Camera untuk memfasilitasi penyakit arthritisnya yang langka dan menyakitkan. Sejak saat itu, penggunaan tertawa dan humor sebagai strategi untuk memerangi sebuah penyakit menjadi cerita rakyat yang sangat populer.

Bukti untuk kesehatan
Pada saat kita tertawa, sebagian dari ketegangan yang kita rasakan memang dapat berkurang. Hanya saja, Martin (2002) menyimpulkan bahwa meskipun ada ide yang populer tentang manfaat humor dan tertawa terhadap kesehatan, terbukti secara empiris hingga saat ini umumnya masih lemah dan tidak menyakinkan. Sebagian besar penelitian melibatkan studi laboratorium di mana peserta di paparkan pada kondisi komedi. Studi-studi ini biasanya memilki masalah metologis, seperti kontrol yang kurang ketat dan ukuran sampel yang kecil. Ketika itu, dilakukan tidak ada upaya untuk membedakan apakah tertawa tersebut memang tertawa yang nyata ataupun hanya pura-pura. Berlawanan dengan keyakinan umum bahwa tertawa dapat menurunkan tekanan darah, Martin justru menyimpulkan bahwa penelitian eksperimental menunjukan bahwa tertawa sebenarnya terkait dengan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung jangka pendek. Artinya kita tetap masih perlu berhati-hati dan tidak dapat 100% mengandalkan tertawa baik untuk kesehatan semata.

Sumber : www.kompas.com